Mungkin aku salah hari ini
Karena berlalu dengan hati yang mendua
Duakan segala rasa yang kupunya
Yang sebenarnya memang tak bisa aku lepaskan
Kadang kala hati memberikan pilihan
Karena memang hidup itu adalah sebuah pilihan
Memilih salah satu diantaranya
Atau sama sekali tidak memilih
Aku salah...
Aku mohon jangan ikuti aku hari ini
Karena jalan yang akan ku hadapi itu
harus memilih
Jika kau mengikuti aku akan tersesat
Bukan karena aku tak tau jalan
Tapi karena aku yang tak sanggup mengenggam tanganmu
untuk berjalan dibelakang ku
Sekali lagi jangan ikuti aku...
Aku tak bisa
Berikan yang kau mau
Tunjukkan kebenaran atas diri yang semua
penuh dengan dosa dan kesalahan
Ikuti lah kata hatimu
Karena itu akan memberikan jalan terang
Dengan segenap perasaan dan kehangatan jiwa
Tapi kau tidak boleh terlalu menggunakan perasaanmu itu
Karena perasaanmu bisa mempermainkanmu
Senin, 26 Januari 2009
Selasa, 20 Januari 2009
Arti Sahabat
.jpg)
Seseorang pernah bercerita kepadaku
"Suatu hari ada dua orang sahabat yang sedang bercerita
Karena suatu kesalahan yang dilakukan oleh sahabatnya
Dia langsung menampar sahabatnya tersebut...
Kemudian dia pergi ke pantai..dan menuliskan sesuatu di atas pasir pantai tersebut.
"....hari ini....sahabat ku menamparku....."
Dan suatu ketika yang menamparnya ini menolong sahabat yang ditampar kemaren.
Dan dia pun menuliskannya di atas batu.
".....hari ini..sahabatku telah menolongku..."
Lalu bertanyalah sahabat yang menampar ini ke sahabatnya..
"Kenapa ketika aku menamparmu kau tuliskan di atas pasir dan ketika aku menolongmu kau tuliskan di atas batu....?"
Lalu sahabatnya menjawab:
"Biarlah setiap kesalahan yang dilakukan oleh sahabatnya itu ditulis di atas pasir karena ketika ombak datang maka ia akan terhapus dan semua kebaikan yang dilakukan oleh sahabatnya dituliskan di atas batu karena tidak ada yng bisa mengahapusnya akan abadi untuk selamanya"
What do you think about that.......???
Aku Berteriak
Hari ini......keheningan memberikan sebuah isyarat kepada hatiku
Isyaratkan bahwa ada sesuatu yang akan terlepas dari genggamanku
Meski terkadang pandanganku tak luput dari itu
Tapi itu akan terlepas
Lepas.....jauh......
Dan mungkin akan sulit untuk kembali ke pangkuanku
Aku tidak menyesali semua
Tapi kekecewaan sebagai manusia yang mempunyai naluri dalam
itu ada.....
Aku tak tau lagi......
Sumpah.....
Aku tidak tau apa yang harus aku lakukan
Kemana harus kelepaskan semua ini...
Hanya teriakan hati ku yang terdengar oleh angin malam ini
Aku berteriak....
Sekali lagi aku berteriak kepada angin
Dasar pengecut...
Kenapa hanya angin yang bisa menjadi pelampiasan hatimu
Berteriaklah......
Biar dunia tau...
Kau itu takut sendiri untuk berjalan
Bahkan tidur pun kau sering dihantui rasa kesendirianmu itu
Berteriaklah....
Ya....
Aku akan berteriak sekeras mungkin...
Biar ayah ibu kakak adikku mendengarkan
Aku benci............
Isyaratkan bahwa ada sesuatu yang akan terlepas dari genggamanku
Meski terkadang pandanganku tak luput dari itu
Tapi itu akan terlepas
Lepas.....jauh......
Dan mungkin akan sulit untuk kembali ke pangkuanku
Aku tidak menyesali semua
Tapi kekecewaan sebagai manusia yang mempunyai naluri dalam
itu ada.....
Aku tak tau lagi......
Sumpah.....
Aku tidak tau apa yang harus aku lakukan
Kemana harus kelepaskan semua ini...
Hanya teriakan hati ku yang terdengar oleh angin malam ini
Aku berteriak....
Sekali lagi aku berteriak kepada angin
Dasar pengecut...
Kenapa hanya angin yang bisa menjadi pelampiasan hatimu
Berteriaklah......
Biar dunia tau...
Kau itu takut sendiri untuk berjalan
Bahkan tidur pun kau sering dihantui rasa kesendirianmu itu
Berteriaklah....
Ya....
Aku akan berteriak sekeras mungkin...
Biar ayah ibu kakak adikku mendengarkan
Aku benci............
Rabu, 31 Desember 2008
Tahun Baru....
Tahun baru.........2009
Wow.......ternyata sudah semakin tua dunia ini, semakin banyak kenangan, semakin banyak tulisan, semakin banyak bangunan, semakin banyak manusia, semakin banyak beban.
Apa sich....yang dilakukan orang tahun baru ini.......
Banyak kale..........yang mesti dilakuin.....
Aku heran dengan orang orang yang berhabis habisan untuk tahun baru, habis tenaga, waktu, materi bahkan segala apapun dilakukan untuk memeriahkan tahun baru masehi ini. Semuanya keluar dari peraduan masing masing. Baik yang tua, muda bahkan anak anak ikut serta. Entah apa yang dilakukannya. Berbekalkan kembang api tahun baru sangat meriah sekali.
Wow.......ternyata sudah semakin tua dunia ini, semakin banyak kenangan, semakin banyak tulisan, semakin banyak bangunan, semakin banyak manusia, semakin banyak beban.
Apa sich....yang dilakukan orang tahun baru ini.......
Banyak kale..........yang mesti dilakuin.....
Aku heran dengan orang orang yang berhabis habisan untuk tahun baru, habis tenaga, waktu, materi bahkan segala apapun dilakukan untuk memeriahkan tahun baru masehi ini. Semuanya keluar dari peraduan masing masing. Baik yang tua, muda bahkan anak anak ikut serta. Entah apa yang dilakukannya. Berbekalkan kembang api tahun baru sangat meriah sekali.
Mencoba Menulis
Banyak cerita yang ingin ku tuangkan di halaman ini, tapi kemungkinan tulisan ini tak bisa menghibur kalian karena aku bukan seorang penulis. Aku hanya seorang yang ingin mencoba untuk mencoret coret kertas dengan menuangkan isi kepala ku. Seorang yang ingin mencoba bercermin diri pada tulisannya karena ada orang yang bilang bahwa "tulisan ku adalah aku". Tulisan ku hanya sebatas karangan kumuh atau bisa dikatakan goresan kecil. Tapi aku mencoba memberikan keyakinan bahwa dengan aku menulis aku bisa menghilangkan segala macam rasa yang berkecamuk dihatiku ini.
Siapa sich yang ingin baca............???????
Ga ada kale.....
Tapi ga apalah........
Siapa sich yang ingin baca............???????
Ga ada kale.....
Tapi ga apalah........
Jumat, 12 Desember 2008
Sahabat Kecilku
Bangun tidur kau semayamkan aku dengan tawa mu
apa yang bisa ku perbuat kala itu, tak ada
Ternyata kau lebih berharga dari selimut hati yang lain
Yang memberikan keistimewaan dihadapan hati-hati orang yang membenciku.
Aku tau betapa aku tak ingin mengecewakan kamu karena kekecewaan itu tak bisa mengembalikan semua senyuman tulus dari bibirmu yang mungil.
Kau begitu rapuh ketika ku katakan aku akan meninggalkanmu
Karena memang suatu saat nanti aku akan meninggalkanmu
Berlalu dengan kereta ku
Yang mungkin tak bisa kau minta tumpangan
Tapi terkadang hati berbicara lain karena renggutan mu begitu kuat terhadap hati ku sehingga nyaris teman-teman ku berlalu tapi untung semua itu ada sanggahan dari jiwaku.
Karena aku takkan pernah rela
Berjalan lah lebih ke depan lagi
Karena disana ku akan menunggumu dengan senyuman terindah yang pernah kumiliki
apa yang bisa ku perbuat kala itu, tak ada
Ternyata kau lebih berharga dari selimut hati yang lain
Yang memberikan keistimewaan dihadapan hati-hati orang yang membenciku.
Aku tau betapa aku tak ingin mengecewakan kamu karena kekecewaan itu tak bisa mengembalikan semua senyuman tulus dari bibirmu yang mungil.
Kau begitu rapuh ketika ku katakan aku akan meninggalkanmu
Karena memang suatu saat nanti aku akan meninggalkanmu
Berlalu dengan kereta ku
Yang mungkin tak bisa kau minta tumpangan
Tapi terkadang hati berbicara lain karena renggutan mu begitu kuat terhadap hati ku sehingga nyaris teman-teman ku berlalu tapi untung semua itu ada sanggahan dari jiwaku.
Karena aku takkan pernah rela
Berjalan lah lebih ke depan lagi
Karena disana ku akan menunggumu dengan senyuman terindah yang pernah kumiliki
Langganan:
Postingan (Atom)